Tentang Mengenang
June 21st, 2007 by kennisaAdalah kenangan. Sesuatu yang kita simpan. Ia bisa manis, sedih, lucu, ataupun getir. Apapun, ketika label kenangan sudah melekat, ia hanya akan membuat kita tersenyum kecil. Hingga manusia yang duduk di sebelah kita di bangku bis akan menganggap kita sinting karenanya.
Dialah Sikat Gigi. Begitu sahabat saya memanggilnya. Sampai sekarang pun sahabat saya tidak pernah tahu nama sebenarnya. Cukup Sikat Gigi. Salah satu bagian penting dalam buku kenangan saya. Yang membuat emosi meluap ketika tiba-tiba ingat, pun ketika ia sudah bernama kenangan. Karena dia, saya pernah mencecap satu rasa yang mewah, anggun, sakral sekaligus lugu. Bersama dia, saya pernah tertawa, menangis, cemberut, juga rindu. Untuk dia, saya bisa membuat sama banyak hal yang sebenarnya berbeda.
Tahun-tahun berlalu. Dan dia tak lagi ada. Tapi saya masih hidup. Berteman dengan banyak orang, menikmati suara hujan, menyesap secangkir kopi tiap pagi, olahraga, berdebat dengan orang lain, menonton film, berpelukan dengan teman ketika membutuhkan dukungan, mengisi teka teki silang dan tetap bersyukur ketika cuaca suram dan udara lembab. Banyak hal yang saya lakukan ketika bersama dia. Dan lebih banyak hal lagi yang saya lakukan ketika dia sudah tak ada.
Lagu, lukisan, artikel di koran, baju, kartu pos, secarik kertas bertuliskan email, poster, pensil usang, semua menguarkan keberadaannya di masa lalu.
Segala sesuatunya telah selesai. Hampir semua hal berubah. Melankoli nan anggun itupun tak lagi sama. Dia hanya sebuah kenangan.

