you are how you mention your label
‘yuk, ke kêrfor?’ ajak seorang teman.
Saya mengernyit.
‘belanja!’ lanjutnya sambil mengangsurkan brosur Carrefour.
‘Oh, karfur’ kata saya.
Karena dari Perancis, Carrefour tidak dibaca a la Inggris seperti yang dilafalkan teman saya tadi.
Anda barangkali juga pernah mengalami kejadian seperti saya. Terjadi missunderstanding kecil hanya karena pelafalan yang berbeda. Bagi saya, ini adalah problem serius. Penyebutan nama yang salah tidak hanya akan menyebabkan missunderstanding, tapi juga akan membuat orang lain meng-under estimate kita. Saya contohnya. Saya pernah berbicara dengan teman yang saya pandang high, dari segi kemampuan maupun pergaulannya. Tapi begitu dia menyebut Versace dengan ‘versas’, saya langsung ilfil.
Penyebutan nama yang tepat akan menunjukkan bahwa kita peduli. Bahwa kita mengerti. Bahwa kita well-educated person. Dan penyebutan nama atau label asing yang salah akan membuat kita terlihat bodoh. Uneducated. Meskipun impresi saya akan uneducated di sini tidak sama dengan uneducatednya orang latah.
Oke, barangkali sulit melafalkan label-label asing yang tidak semuanya dari Inggris tersebut. Tapi kalau seseorang mempunyai cukup uang untuk membeli couture dari Gucci atau perhiasan dari Van Cleef and Arpels, tentu saja dia memiliki uang lebih dari cukup untuk sekedar kursus bahasa Perancis atau Itali. At least, beli kamus lah, yang ada cara membacanya. Atau kalau enggan bersusah payah, dihapal kan juga bisa. Paling tidak, ini adalah usaha untukmengurangi rasa malu.
Nggak enak didengar kan (di arisan misalnya), ibu-ibu lagi pamer tas baru. ‘Lihat ni, luis viton, limited edition loh, jeung’.
Kalau nggak mau malu, Silahkan membeli produk-produk keluaran Itali, karena cara membacanya sama dengan tulisannya. Prada, Armani, Ferragamo. Atau label Spanyol seperti Massimo Duti. Selalu lebih sulit bahasa Perancis. Karena antara tulisan dan pengucapan berbalik 180 derajat. Yves Saint Laurent dan Chanel, tidak bisa dibaca sama sesuai dengan yang saya tulis. Ah, dan kadang-kadang ada perkecualian. Huruf terakhir dalam bahasa Perancis biasanya tidak dibaca. Tapi label yang memajang favorit saya Gemma Ward sebagai modelnya, Hermes, tetap dibaca dengan akhiran ’s’. Jadi, tidak ada salahnya kan mulai menghapal dari sekarang? Siapa tau, nanti saya mendapat suami kaya raya yang mengajak liburan seminggu sekali dengan lokasi terdekat Orchad Road, hehehe….